Sabtu, 10 November 2012

KATA KUNCI DEFINISI KONTROL DAN PERENCANAAN AUDIT

Tiga aspek kata kunci definisi kontrol, yaitu :

1. Pengendalian adalah sebuah sistem (a control is a system)
Dengan kata lain, terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang
berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.

2. Keabsahan / kebenaran dari suatu kegiatan (unlawful events)
Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak
akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif
(ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.

3. Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau
mengoreksi (correct) kejadian / peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan / hukum
(unlawful events).

Perencanaan audit menurut Arens and Loebbecke (2000:219) adalah :
  1. Pra Plan (Perencanaan Awal). Beberapa hal penting yang terdapat dalam perencanaan awal ini adalah menyangkut informasi mengenai alasan klien untuk diaudit,menerima atau menolak klien baru maupun klien lama, mengidentifikasi alasan klien untuk diaudit, menentukan staf untuk penugasan dan memperoleh surat penugasan.
  2. Memperoleh informasi mengenai latar belakang klien.  Auditor harus memiliki tentang ciri-ciri lingkungan kegiatan perusahaan klien yang akan diaudit yang berguna sebagai acuan dalam menentukan surat penugasan atau perlu tidaknya prosedur-prosedur audit khusus. Hal-hal yang harus dilakukan untuk memperoleh informasi sehingga dapat memahami latar belakang klien adalah dengan cara : meninjau lokasi pabrik dan kantor, menelaah kebijakan-kebijakan penting perusahaan,mengidentifikasi pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa serta mengevaluasi kebutuhan akan spesialis dari luar.
  3. Memperoleh informasi mengenai kewajiban hukum klien. Faktor-faktor yang menyangkut lingkungan hukum industri klien mempunyai dampak besar terhadap hasil audit. Pengetahuan auditor untuk menafsirkan fakta yang berkaitan selama pekerjaan berlangsung akan meyakinkan bahwa pengungkapan yang semestinya telah dilaksanakan dalam laporan keuangan. Dalam hal ini dokumen-dokumen hukum yang penting untuk diperiksa oleh auditor adalah Akta Pendirian Perusahaan,anggaran dasar perusahaan, masalah rapat dewan komisaris, para pemegang saham, komite audit dan para pejabat eksekutif termasuk didalamnya adalah ringkasan pokok mengenai keputusan yang dibuat oleh direksi dan pemegang saham serta dokumen mengenai kontrak penjualan maupun pembelian.
  4. Melaksanakan prosedur menurut penelitian persiapan. Melakukan analisis ini sangat penting artinya karena dengan demikian keseluruhan kegiatan pemeriksaan dapat tergambar didalamnya. Prosedur analitis ini diantaranya : Memahami bidang usaha klien, penetapan kemampuan satuan usaha untuk menjaga kelangsungan hidupnya, indikasi adanya kemungkinan kekeliruan dalam laporan keuangan dan mengurangi pengujian yang terinci.
  5. Menentukan materialitas dan menetapkan risiko audit yang dapat diterima. Besarnya salah saji dalam informasi akuntansi dapat membuat pertimbangan pengambilan keputusan terpengaruh. Tanggung jawab auditor adalah menetapkan apakah suatu laporan keuangan terdapat salah saji material, apabila auditor berpendapat adanya salah saji yang material ia harus memberitahukan hal ini pada klien, sehingga koreksi dapat dilakukan. Jika klien menolak untuk mengoreksi laporan keuangan tersebut maka auditor dapat memberikan pendapat dengan pengecualian.
  6. Memahami struktur pengawasan intern dan menilai resiko kendali.
  7. Mengembangkan program audit dan rencana audit. Untuk melaporkan serta memberikan pendapat yang tepat maka auditor harus melakukan wawancara, melakukan pemeriksaan dan meneliti keaslian bukti-bukti. Guna mempermudah pelaksanaan maka auditor harus menyusun program yang direncanakan secara logis untuk prosedur-prosedur audit bagi setiap pemeriksaan.

AUDIT SISTEM INFORMASI


Sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan (collect/ retrieve), memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengendalian suatu organisasi. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang bermakna dan bermanfaat bagi pemakai. Data adalah fakta yang menyatakan suatu kejadian atau lingkungan fisik yang belum dikelola menjadi bentuk yang bermakna dan bermanfaat bagi manusia. Audit sistem informasi didefinisikan sebagai proses pengumpulan dan evaluasi fakta/ evidence untuk menentukan apakah suatu sistem informasi telah melindungi aset, menjaga integritas data, dan memungkinkan tujuan organisasi tercapai secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien. Dalam pelaksanaan audit digunakan etika profesi yang dirumuskan oleh organisasi profesi Information System Audit and Control Association (ISACA)

Dalam melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan:
  1.  Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar) yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi tersebut,
  2. Penetapan entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas untuk menentukan lingkup tanggungjawab auditor,
  3. Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan audit,
  4. Kemampuan auditor memahami kriteria yang digunakan serta sikap independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.
 Audit TI merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien (Weber, 2000). Audit TI sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain: Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science.
Audit Sistem Informasi merupakan pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien. Audit Sistem Informasi sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain: Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Pada dasarnya, Audit Sistem Informasi dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu Pengendalian Aplikasi (Application Control) dan Pengendalian Umum (General Control). Tujuan pengendalian umum lebih menjamin integritas data yang terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan integritas program atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data. Sementara, tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa data di-input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan. Dalam audit terhadap aplikasi, biasanya, pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan mengingat pengendalian umum memiliki kontribusi terhadap efektifitas atas pengendalian-pengendalian aplikasi.

Keuntungan adanya audit antara lain :
  • menilai keefektifan aktivitas aktifitas dokumentasi dalam organisasi,
  •  memonitor kesesuaian dengan kebijakan, sistem, prosedur dan undang-undang perusahaan,
  • mengukur tingkat efektifitas dari sistem,
  • mengidentifikasi kelemahan di sistem yang mungkin mengakibatkan
  • ketidaksesuaian di masa datang,
  • menyediakan informasi untuk proses peningkatan,
  • meningkatkan saling memahami antar departemen dan antar individu,
  • melaporkan hasil tinjauan dan tindakan berdasarkan resiko ke manajemen.
Informasi audit harus disimpan dan dijaga sehingga sebuah aksi dapat ditelusuri. Data audit harus dijaga dari modifikasi dan perusakan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Minggu, 10 Juni 2012

MEMBUAT ABSTRAKSI


ABSTRAKSI

Novita Purnama Sari. 13109957
Aplikasi Objek Wisata Kabupaten Subang Menggunakan Bahasa Pemrograman Java Berbasis Android Versi 2.3 (Gingerbread)
PI. Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma, 2012
Kata Kunci: Aplikasi, Objek Wisata, Subang, Android, Java.
(ix + 45 + Lampiran)

Aplikasi Android ini di buat untuk membantu dan mempermudah wisatawan dalam mencari objek wisata di Kabupaten Subang. Khususnya untuk pengguna Handphone berbasis Android yang memudahkan penggunanya untuk mencari alamat objek wisata yang terletak di Kabupaten Subang.
            Android sendiri merupakan operating system handphone masa kini yang sedang marak di gunakan oleh khalayak luas, android merupakan perangkat mobile berbasis linux yang mencakup operating system, middleware, dan aplikasi. Pada penulisan ilmiah ini akan membahas mengenai objek wisata yang terletak di Kabupaten Subang menggunakan android berbasis edukasi. Perangkat lunaknya menggunakan Android SDK (Software Development Kit), serta di dukung oleh AVD (Android Virtual Device), yang berfungsi untuk mengembangkan algoritma yang di bangun, serta menggunakan Eclipse Galileo sebagai editor untuk menulis script, selain itu juga versi Android Virtual Device menggunakan versi Android 2.3 (Android Gingerbread) yang merupakan aplikasi freeware serta bahasa pemrograman menggunakan Java dan XML.
Daftar Pustaka : (2003-2012)

Senin, 30 April 2012

MEMBUAT CERPEN


                                                  KAMARKU ADALAH ISTANAKU
Noviiiiiiiii.......!!!!!”
                Teriakan suara mama setiap pagi selalu membuyarkan konsentrasi disaat sedang tertidur nyenyak, dan akhirnya Monica menghampiri suara sang mama yang setiap pagi selalu ngomel-ngomel.
                “Ada apa sih mam??? Kakak udah pergi ke kampus tuh.”
                “Mama tau ko de kalau kakak mu itu sudah pergi ke kampus, kalau dia belum pergi mana berani mama teriak-teriak kayak barusan,” wajah mungil Monica tampak kesal.
                “Terus kenapa Mama teriak-teriak manggil kakak kalau Mama tau kakak sudah berangkat ke kampus....?”
                Mama menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, “Ade gak lihat apa, ini kamar udah kayak apa?”
                Monica memandangi semua sudut-sudut kamarnya bersama kakanya itu yang bernuansa serba berwarna kuning dan boneka-boneka doraemon kesukaan Novi sang kakanya itu. Majalah, buku-buku pelajaran, kertas HVS dan yang lainnya pada berserakan di karpet. Boneka-noneka pun pada berjatuhan, handuk di atas kursi, jilbab, baju tidur semuanya nyangkut dimana saja. Sampai gayung berisi sabun mandi pun dengan cueknya ditaro di atas meja belajar. Monica menghela nafas.
                “Mungkin kakak tadi buru-buru mam,” hiburnya sang ade.
                “Buru-buru bagaimana maksud kamu de? Kakak mu itu kan kuliah ba’da dzuhur. Pasti punya waktu banyak buat beresin itu kamar. Tadi pagi-pagi sekali saja mama hampir telat kepasar gara-gara semalam Ayah pulang telat, mama nunggu Ayah sampe larut malam sedangkan kalian berdua enak tertidur pulas.
                Sambil tersenyum, Monica menghampiri Mama, “Ya sudah, mama gak usah teriak-teriak pagi-pagi malu sama tetangga. Yuk, mam ade bantuin mama beresin kamar kakak, kan kamar kakak kamar ade juga.”
                Ogah-ogahan Mama bangkit mengikuti ajakan Monica.
                Rumah keluarga Novi sangat sederhana, dia cuma dua bersaudara bersama adik satu-satunya Monica yang paling dia sayang. Novi tinggal bersama Mama, Ayah dan adiknya yg masih tinggal di bangku SD. Adiknya begitu mengerti sifat sang kakak, dia gak pernah ngiri apa yang kakanya punya. Sedangkan Novi sendiri mempunyai sifat agak keras, kemauan dia harus selalu tercapai tanpa memperdulikan adiknya. Adiknya selalu mengalah sampai kamar pun kadang selalu Monica dan Mama yang rapihin, Novi gak pernah peduli akan kerapihan kamarnya dia pun selalu menamai kamarnya dengan sebutan kamarku adalah istanaku. Karena dia gak pernah memperdulikan kamarnya mau kayak apa dan bagaimana.
“Kakaaaaaa.....!!!!!”
                Kali ini adalah suara teriakan Monica bukan sang Mama yang setiap pagi selalu ngomel. Dirumah cuma ada Papa dan Monica, Ayah yang biasanya pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kantor tapi pagi itu dia tidak masuk karena kurang enak badan.
                “Kenapa lagi, de?”  tanyanya sang Ayah ketika Monica pagi-pagi teriak-teriak manggil sang kaka. Ini nih yah si kaka selalu seperti ini setiap pagi. Handuk bekas mandi tempat sabun di taro di atas tempat belajar dan sebagainya setiap pagi kelakuan kakak seperti ini, bosan ade setiap pagi selalu beresin kamar yang kayak kapal pecah. Dan sudah bosan juga yah hampir tiap pagi selalu kakak kayak begini. “Yak sudah tinggal kamu bereskan saja nak kamar kakak mu itu, kan kamu sudah tau kalau sifat kakak mu itu pemalas, egois dan selalu menang sendiri. Jawab sang Ayah”
                Sore yang panas. Monica yang baru pulang mengaji bergegas menuju rumah. Bayangan kasur empuk menari-nari di matanya. Tubuhnya begitu lelah setelah seharian dari pagi harus berangkat sekolah pulang siang lanjut berangkat mengaji karena itu sudah tugas dia sehari-hari. Sepertinya rumah sepi dan sepertinya Mama sama ayah sedang pergi dan kakak pun belum pulang kuliah, mungkin menjelang maghrib mereka baru sampai di rumah.
                “Kakaaaa.....!!!”
                Tas kuliah, kerudung, kaos kaki, celana dan buku-buku bertebaran di lantai kamar. Novi yang sedang tidur terbangun, kemudian mulutnya ngoceh pelan.
                “Eh, ade. Maaf yah sayang kakak belum sempet beres-beres. Kakak capek banget, baru pulang kuliah dari pagi dan dikampus banyak banget tugas. Ade gak usah khawatir buat besok-besok, kakak janji deh buat beresin kamar itu juga kalau kakak sudah gak terlalu sibuk dikampus yah.” Mata Novi tetap terpejam, kemudian kembali memeluk gulingnya.
                Gigi Monica gemeretak. Capeknya tiba-tiba saja hilang. Tubuhnya luluh ke lantai, bersama matanya yang memanas.

(cerita ini di ambil dari kebiasaan buruk diriku waktu dulu )
               

Selasa, 28 Februari 2012

MEMBUAT ESSAY TENTANG LOGIKA

APA ITU LOGIKA
A.      PENGERTIAN LOGIKA
Filsafat tidak memberikan jawaban atas pemecahan persoalan filsafat dengan suatu jawaban
yang dapat diuji kebenarannya dengan metode empiris atau yang dapat dibuktikan dengan pengujian-pengujian eksperimental. Pemecahan terhadap persoalan filsafat hanya dapat dilakukan melalui pemikiran yang sunguh-sungguh dan mendalam. Meskipun demikian, jawaban yang diajukan haruslah dengan perbincangan yang masuk akal. Dengan kata lain, keberlangsungan filsafat harus didukung dengan adanya penalaran (reasoning) dan perbincangan (argument).
Semua tema ini dibicarakan dalam logika.

1.       Sejarah Perkataan Logika
Perkataan logika diturunkan dari kata sifat logike, bahasa Yunani, yang berhubungan dengan kata benda logos, berarti pikiran atau perkataan sebagai pernyataan dari pikiran. Hal ini membuktikan bahwa ternyata ada hubungan yang erat antara pikiran dan perkataan yang merupakan pernyataan dalam bahasa.
Nama logika untuk pertama kali muncul dari filsuf Cicero (abad ke-1 Sebelum Masehi), tetapi dalam arti seni berdebat. Alexander Aphrodisias (sekitar permulaan abad  ke-3 Sesudah Masehi) adalah orang pertama yang menggunakan kata logika dalam arti ilmu yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita.
Disamping dua filsuf di atas (Cicero dan Alexander Aphrodisias), Aristoteles pun telah berjasa besar dalam menemukan logika. Aristoteles memakai istilah analitika  dan dialektika.
        Analitika untuk penyelidikan mengenai berbagai argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang besar, sedangkan Dialektika untuk penyelidikan mengenai argumentasi-argumentasi yang berttitk tolak dari hipotesis atau putusan yang tidak pasti kebenarannya.
2.       Beberapa Batassan Logika dari Para Filsuf dan Ilmuwan
Berikut ini beberapa pengertia logika :
a.      Hassbullah Bakry
Logika adalah ilmu pengetahuan yang mengatur penitian hukum-hukum akal manusia sehingga menyebabkan pikirannya dapat mencapai kebenaran. Logika juga mempelajari aturan-aturan dan cara berpikir yang dapat menyampaikan manusia kepada kebenaran dan logika mempelajari pekerjaan akal dipandang dari aspek benar atau salah. (Hassbullah Bakry, 1964).
b.      N. Drijarkara
Logika adalah ilmu pengetahuan yang memandang hukum-hukum susunan atau bentuk pikiran manusia yang menyebabkan pikiran dapat mencapai kebenaran. Berdasarkan definisi ini, orang awam akan biasa mempunyai kepandaian logika sekadar sebagai hukum kodrati manusia sehingga apabila dihadapkan pada penalaran yang sulit, akan mengalami kesesatan dalam berpikir.
c.       Fudyartanta
Logika adalah ilmu yang mempelajari secara mendalam tentang kebenaran berpikir. Dengan kata lain, logika adalah ilmu radikal tentang berpikir yang benar, supaya hasilnya benar. Dengan mempelajari dan mempergunakan logika sebagai ilmu filsafat berpikir, kita akan menemukan metode berpikir dengan berbagai rumusan dan bahan-bahan yang dipikirkan.
d.      Nuril Huda
Logika adalah ilmu yang mempelajari dan merumuskan kaidah-kaidah dan hukum-hukum sebagai pegangan untuk berpikir tepat dan prakti bagi mencapai kesimpulan yang valid dan pemecahan persoalan yang bijaksana.
e.      Ir. Poedjawijatna
Logika adalah filsafat budi (manusia) yang mempelajari teknik berpikir untuk mengetahui bagaimana manusia berpikir dengan semestinya.
f.    A.B. Hutabarat dalam bukunya Logika (1967),yang merupakan terjemahan bebas dari karya A. Vloemans dan Regis Jolivet mendefinisikan, logika adalah ilmu berpikir yang tepat dan sekadar dapat menunjukkan adanya kekeliruan di dalam rantai proses pemikiran sehingga kekeliruan itu dapat dielakkan, maka hakikat dari logika dapat pula disebut teknik berpikir.

B.      OBJEK LOGIKA
Objek adalah sesuatu yang merupakan bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan. Setiap ilmu pengetahuan mempunyai objek yang dibedakan menjadi dua :
·        Objek Material, yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu.
·       Objek Formal, yaitu sudut pandang yang ditujukan kepada bahan dari penelitian atau pembentuka pengetahuan itu, atau sudut dari mana objek material itu disorot.
Lapangan dalam logika adalah asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat, dan sehat.
C.      SEJARAH LOGIKA
Awal lahirnya ilmu logika  tidak dapat dilepaskan dari upaya para ahli pikir Yunani. Mereka berusaha menganalisis kaidah-kaidah berpikir dan menghindari terjadinya kesalahan dari membuat kesimpulan. Ahli pikir yang memelopori perkembangan logika sejak awal lahirnya adalah Aristoteles (384-322 SM).

1.       Perkembangan Logika pada Zaman Islam
Upaya uintuk mengembangkan logika, tampak dari upaya beberapa filsuf Islam yang aktif meyalin buku-buku karya Aristoteles ke dalam bahasa Arab.
Diantara filsuf Islam tersebut adalah Johana bin Pafk yang menyalin buku kategori Aristoteles Manqulatul-Assyarat li Aristu, Ibnu Sikkit Jakub Al-Nahwi (803-859 M) member komentar dan tambahan dalam bukunya Ishlah fil-Manthiqi, Jakub bin Ishak Al-Kindi (791-863 M) menyalin bagian-bagian logika Aristoteles dan member komentar satu persatu. Penyalin bagian-bagian ini tidak dilarang oleh kaum gereja.

2.       Perkembangan Logika di Barat
Petrus Alberadus (1079-1142 M) adalah ahli pikir yang mencoba menghidupkan kembali pelajaran logika diperguruan tinggi. Upaya beliau adalah menyampaikan pelajaran logika dari Aristoleses yang tidak dilarang, diantaranya Categoriae, Eisagoge, dan De Interpretatione. Meskipun demikian, beliau berusaha untuk menggali naskah dari Cicero (topic), Apuleus (komentar tentang perhermanias), dan Bothius (komentar tentang De Interpretatione). Keseluruhan naskah ini kemudian dikenal sebagai Ars Vetus (logika tua).

D.      GUNA DAN MANFAAT LOGIKA 
Ada beberapa kegunaan logika, yaitu dengan belajar logika dapat:
a.   Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib, metodis, dan koheren;
b.   Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif;
c.    Menambah kecerdaskan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri;
d.  Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kekeliruan serta kesesatan. (Jan Hendrik Rapar, 1996).

E.       HUBUNGAN LOGIKA DENGAN PSIKOLOGI, BAHASA, DAN METAFISIKA
a.       Logika dan Psikologi
Dalam psikologi membicarakan perkembangan pikiran tentang pengalaman melalui proses subjektif di dalam jiwa. Dengan demikian, psikologi memberikan keterangan mengenai sejarah perkembanga berpikir.
b.      Logika dan Bahasa
Bahasa adalah alat untuk menyampaikan isi hati dan pikiran seseorang sehingga dengan bahasa, orang lain dapat mengerti tentang isi hati atau pikiran yang disampaikan, misalnya melalui bahasa isyarat, tertulis atau lisan.
c.       Logika dan Metafisika
Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari hakikat realitas. Hakikat realitas dapat dicari dan ditemukan di balik sesuatu yang tampak atau nyata. Oleh sebab itu, metafisika selalu mencari kebenaran/hakikat realitas di balik yang tampak dan nyata.

F.       PEMBAGIAN LOGIKA
Logika menurut The Liang Gie (1980) dapat digolongklan menjadi lima macam yaitu sebagai berikut.
a.       Logika Makna Luas dan Logika Makna Sempit
b.      Logika Deduktif dan Logika Induktif
c.       Logika Formal dan Logika Material 
d.      Logika Murni dan Logika Terapan
e.      Logika Filsafati dan Logika Matematik


 SUMBER:
Dari buku DASAR-DASAR LOGIKA
Oleh    : Drs.Surajiyo
                    Drs.Sugeng Astanto, M.Si.
                    Dra.Sri Andiani
PENERBIT: PT.BUMI AKSARA